Kekayaan dan Kesuksesan yang Membuat Bahagia

Benarkah orang kaya itu bahagia??

Benarkah orang yang memiliki kekuasaan itu juga bahagia??

Sepintas mungkin kita sering berpikir dan berangan-angan, betapa enaknya menjdi orang kaya, memiliki banyak harta, rumah besar dan bagus yang ada kolam renangnya, memiliki mobil pribadi yang mewah sehingga ingin kemanapun pergi nyaman dan mudah, memiliki banyak uang sehingga ingin membeli apapun gampang. Benarkah seperti itu?? Mungkin IYA mungkin TIDAK!

Kenyataannya, mengapa banyak orang kaya yang hidupnya menderita?? Kehilangan kebahagiaan disebebkan oleh kekayaannya sendiri. Tidak banyak dari mereka yang kehidupan rumah tangganya hancur. Keluarganya tidak harmonis, istrinya selingkuh, pergaulan anak-anaknya tidak jelas bahkan terjerumus kepada obat-obatan terlarang dan bahkan banyak orang yang “mengincarnya”. Tidak semua. Tetapi fenomena seperti ini cukup banyak. Walaupun memang banyak juga orang kaya yang hidupnya bahagia dan sejahtera. Dicintai keluarga dan masyarakatnya. Mengapa bisa ada perbedaan yang cukup mencolok seperti ini?? Mari kita simak cerita berikut ini.

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata:

“Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami
mu kembali,” kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama,” kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa?” tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen kebun kita.”
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.
Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

Jawabannya adalah CINTA.

Satu kata inilah yang akan menentukan apakah kekayaan yang kita miliki akan menjadi berkah dan kebahagiaan buat kita, atau malah akan menjerumuskan kida kedalam kesengsaraan. Sebelum kita mendapatkan kekayaan dan kesuksesan-kesuksesan pastikan hati kita berisi penuh dengan CINTA.

CINTA ingin memberi

CINTA ingin mengasihi

CINTA saling berbagi

CINTA melihat orang lain bahagia

Dan CINTA menjadi orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Inilah sebenarnya yang sedang dibutuhkan oleh bangsa kita yang sedang mengalami krisis. Para orang kaya yang penuh cinta, agar jurang antara orang-orang miskin semakin kecil. Para orang kaya yang peduli terhadap para tetangganya yang mengalami kesusahan. Para orang kaya yang sudah tidak lagi mementingkan kepentingan pribadi, mereka lebih mementingkan orang lain. Pada saat inilah kita akan yakin bahwa kekayaan dan kesuksesan yang kita peroleh membawa kebahagiaan untuk kita dan lingkungan kita. Tetapi, apakah definisi atau parameter dari orang kaya??tampaknya hati kita lah yang lebih mengerti.

Gesa Falugon

Mahasiswa Teknik Material ITB