Segala Sesuatu Tidaklah Sesulit yang Kita Lihat

 

“Segala sesuatu tidaklah sesulit yang kita lihat, Segala sesuatu lebih menguntungkan dari pada yang kita duga, Segala sesuatu pasti ada kemungkinan untuk berhasil”-maxwell

Marah dan Kesal. Itulah reaksi logis yang kita ekspresikan ketika kita mendapat musibah. Kadang kita bertanya dalam hati, “apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?” atau bahkan kita sampai menyalahkan Tuhan, “kenapa Tuhan tega membiarkan ini semua terjadi pada saya?”

 

Benarkah seperti itu??

Suatu hari ada seorang anak yang sedang mendapat banyak musibah, lalu ia memberitahu ibunya bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Ia mendapatkan nilai jelek dalam ulangan, dimarahi oleh guru, tidak menang Lomba, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pun pindah sekolah ke luar kota. Ibunya sedang membuat kue ketika anaknya bercerita, lalu ia menawarkan apakah anaknya mau mencicipi kue yang sedang ia buat, dengan senang hati anak itu berkata, “Tentu saja, Mom.”
 
“Nih, cicipi mentega ini,” kata Ibunya menawarkan.

“Hueks,” ujar anaknya.

“Bagaimana dengan telur mentah ?”

“jijik ih, Mom.”

“Mau coba tepung terigu atau baking soda ?”

“Mom, semua itu menjijikkan!!.”

Lalu Ibunya menjawab, “ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”

Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya kan menjadi sempurna tepat pada waktunya.

“Maka Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada Kemudahan”

Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.

Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan udara setiap hari, sinar matahari setiap pagi, sinar bulan setiap malam. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Segala sesuatu tidaklah sesulit yang kita lihat

 

Kalimat diatas mengandung makna yang sama dengan kalimat bijak yang berbunyi, “If u think u can, U can. If u think u can’t, U can’t.” Jadi yang mengawali kesuksesan kita adalah bagaimana cara kita bersikap terhadap suatu masalah. Jika kita menganggap masalah itu sangat berat dan tidak ada penyelesaiannya, maka sampai kapanpun kita tak akan pernah bisa menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi sebaliknya, jika kita menganggap masalah itu sebagai sebuah tantangan yang harus kita selesaikan dengan senang hati, maka yakinlah, tanpa terasa berat kita akan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Karena sebenarnya masalah utamanya ada dipikiran kita. Optimis atau pesimis. Karena segala sesuatu tidaklah sesulit yang kita lihat.

 

Segala sesuatu pasti ada kemungkinan untuk berhasil

“Pada setiap orang terdapat sedikit perbedaan, namun perbedaan sedikit itu akan menjadi besar, perbedaan yang sedikit itu adalah sikap, sedangkan perbedaan yang besar adalah sikap itu positif ataukah negatif.”itulah yang dikatakan oleh Clement Stone. Sebenarnya kita pun dapat dengan jelas membedakan apakah seseorang termasuk golongan orang yang berpikir positif atau negatif. Segala sesuatu ada kemungkinan untuk berhasil, itulah yang dikatakan oleh para pemenang. Segala sesuatu ada kemungkinan untuk gagal, jelas inilah pikiran dari para pecundang. Begitu tipis perbedaannya, tetapi besar dampaknya. Karena cara kita berpikir akan menentukan bagaimana cara kita melihat dan pada akhirnya akan menentukan cara kita bertindak. Jadi marilah kita belajar untuk selalu berpikir positif.