Tags

, , , , , , ,


PRESS RELEASE

KELUARGA MAHASISWA ISLAM ITB

“GAMAIS ITB KUTUK SERANGAN ISRAEL KE JALUR GAZA”

Sabtu 27 Desember 2008, hanya dua hari menjelang tahun baru 1430 Hijriyah. Pukul 11.30 menjelang adzan dzuhur di Jalur Gaza, Palestina. Mendadak angkatan udara pemerintah Zionis Yahudi Israel meluncurkan 30 rudal ke sasaran-sasaran di jalur Gaza yang menghancurkan sejumlah kantor kepolisian Hamas. Serangan udara ini telah menyebabkan ratusan warga Palestina menjadi syuhada dan ratusan lainnya terluka. Sebagian korban dari kalangan petugas keamanan Gaza. Namun sebagian adalah anak-anak, ibu-ibu dan kalangan sipil lainnya.

Selama lebih dari 41 tahun Palestina dibawah penjajahan Israel , korban kali ini yang terbanyak. Lebih dari 271 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 750 lainya luka-luka dalam serangan besar-besaran roket Israel Sabtu (27/12). Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-rang di atas langit Gaza . Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza . Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak.

Departemen kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 271 warga meninggal dan 750 lainya luka-luka. 200 diantaranya luka parah. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita. Kemungkinan korban akan terus bertambah. Jumlahnya bisa mencapai 350 orang. Kondisi ini sangat miris bagi kami mengingat 10 Desember yang lalu kita semua merayakan hari HAM sedunia. Gegap gempita perayaan bebasnya hak asasi manusia sedunia dari tekanan atau interfensi dari siapapun dan dari apapun. Benarkah begitu??Sayangnya tidak. Faktanya di sebuah negeri Palestina,  pelanggaran atas hak asasi masih berlangsung, malah telah dilegalkan oleh konstitusi yang berlaku. Kondisi Palestina meraung-raung, terseok-seok, kemudian terinjak-injak kebebasannya di depan mata dunia yang masih acuh tak acuh. Di sana jelas tak ada kebebasan. Israel hendak berkuasa di Palestina dengan menjadikan bangsa Yahudi sebagai mayoritas dan menjadikan rakyat Palestina sebagai minoritas. Tentu rakyat Palestina tak tinggal diam dan melakukan perlawanan. Dalam ulahnya berbuat kerusakan, Israel selalu didukung oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Bahkan kini Israel makin gencar melakukan serangan terhadap Palestina.

Oleh karena itu, kami dari Keluarga Mahasiswa Islam ITB (GAMAIS ITB) dengan tegas:

1.    Mengutuk serangan israel ke jalur Gaza,Palestina.

2.     Menolak berdirinya negara Israel di tanah Palestina dan mengutuk keras penjajahan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina yang telah menyebabkan berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia di Palestina.

3.    Mendukung perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Palestina untuk membela tanah airnya dari penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan, kehormatan, dan hak-haknya.

4.    Meminta pemerintah untuk lebih tegas dalam menentukan sikap dukungan terhadap Palestina.

5.    Mendesak para pemimpin Arab, Islam dan dunia Internasional, serta PBB dan organisasi-organisasi Islam internasional untuk bertindak tegas, memberikan pembelaan terhadap bangsa Palestina, dan melepaskan diri dari segala tekanan dan intervensi negara tiran dan sekutunya.

Demikian pernyataan sikap kami. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk bersatu membela agama-Nya dan meneguhkan hati kita dalam memberantas kemungkaran karena-Nya. Allahu Akbar!

Contact Person :

Gesa Falugon, Sekjend GAMAIS ITB, Kepala Sektor Pergerakan GAMAIS ITB

Phone  : 0856 9160 4748 ; 0899 6022 058

Email    : gesafalugongesa@yahoo.com