“Dengan Semangat Kekeluargaan Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Ummat”

Alhamdulillahirrabbil ‘alamin…

Aku bersyukur kepada Allah, karena telah mengabulkan do’aku. Memberikan orang yg pantas dan layak menjadi kepala gamais ITB kepada orang yg tepat .fiuhh….dan aku Gesa Falugon siap loyal dan tsiqoh kepada beliau sebagaimana loyalnya seorang Umar kepada Rasulullah. Insya Allah. Semampuku.

Sekjend GAMAIS ITB, mungkin itulah amanahku saat ini. Innalillahi wa inna illahi rajiun. aku dipercaya untuk memegang amanah tersebut. Menjadi Sekjend Gamais adalah cita2 ku dari tingkat 1 ketika melihat sosok Kang Rendy Sekjend Gamais waktu itu. dia begitu cerdas, begitu ikhlas, dan begitu hebatnya dimataku. dan sejak saat itu aku berazzam untuk mengikuti jejak beliau.mentiapkan diri mengejar kapasitas seperti beliau. dan menjadi adik mentornya adalah langkah awalku. tidak disangka langkah awal itu menjadi sebuah langkah yg besar hingga kini. aku berada diposisinya.

Mungkin ini adalah amanah ke empatku menjadi Sekjend di ITB. Dimulai tingkat pertama tahun 2006, aku diamanahi menjadi Sekjend Internal Gamais06, lalu menjadi Sekjend Kaderisasi MTM 2008, menjadi Sekjend PPSDMS NF Bandung, dan sekarang menjadi Sekjend Gamais ITB. dan masih banyak lagi jabatan2ku menjadi orang kedua. fiuh…tipe orang kaya aku emang spesialis menjadi orang kedua kali yah, padahal aku pernah dimarahin sama orang tua gara2 keinginan ku yang selalu ingin menjadi orang kedua tanpa bersungguh2 ingin menjadi orang yg pertama, hehehhe. Hem…habisnya asyik sih jadi orang kedua, ga perlu bertanggung jawab atas keberjalanan organisasi karena ada ketua kan, hehehe…jahat… bisa menggapai mimpi2, bisa bergerak bebas diluar organisasi tersebut dan ekstremnya bisa menggerakan organisasi dg mempengaruhi ketua… hohohoh….yah pemikiran masa lalu

Sekarang aku hanya ingin berkontribusi dimanapun posisiku, ingin berkarya dan bermanfaat buat orang lain. ga mau kalah sama yang lain, aku akan bawa Gamais mencapai kesuksesan dg caraku sendiri, di bidang dan amanahku. Aku akan wujudkan mimpi2ku. Mimpi2 orang terhadap GAMAIS. aku akan jadikan kontribusi dan pengorbanan2ku di GAMAIS nanti menjadi salah satu alasan agar Allah SWT memasukkan ku kedalam syurga-Nya kelak. dan mejadikanku menjadi Mujahidnya. Ya Allah semoga tahun ini aku bisa Syahid ya Alah…Amien…

Biarlah, banyak yg mengira menapaki jalan ini, jalan para Nabi, jalan orang2 shalih,

jalan para syuhada, jalan pejuang dakwah adalah beban yg sangat berat.

berat karena harus berbenturan dengan kondisi nyaman.

berat karena tidak sesuai dg kesenangan pribadi.

berat karena selalu bersinggungan dg realitas yg tidak sejalan dg harapan.

berat karena betapa kemungkaran begitu merajalela.

Berat karena harus terus menerus melawan arus dg kebanyakan orang.

cacian…makian…kerap menghampiri.

Biarlah orang menyangka seperti itu.

Karena sebenernya kita justru merasa kebalikannya.

Kenikmatan, ketenangan, kedamaian, kebersahajaan yang tak bisa dibayar oleh apapun…

Enyah saja peluh…

enyah saja lelah…

enyah saja sakit…

aku masih ingin berjuang disini…

sampai tak ada lagi yg bisa kuperjuangkan

sampai tak ada lagi yg bisa kukorbankan

sampai tak ada lagi AKU

wallahi…

demi Allah….

Aku akan terus berjuang untuk hidup sampai aku mati

-Sang Komandan yang naik pangkat menjadi Sang jenderal, semoga kapasitas dan kebijaksanaanya mengikuti-