“Ya Allah, buatlah aku ridha! buatlah aku ridha! bahkan, sekarang aku tak lagi mempercayai diriku lagi. Tapi aku masih mempercayaiMu….Pilihkan kami sebuah skenario terindah untuk kemenangan islam bermula dari kampus ini” Fa idza azamta fa tawakkal ‘alallah…
-syahidah_or-

hem…Mungkin lagi2 kata-kata inilah yang sanggup aku ucapkan saat ini, ditengah kebimbanganku, keraguanku, keresahanku. disaat semua berada dalam ketidak pastian, aku hanya ingin berserah padaMu ya Allah. Fiuh…. 2 hari lagi keputusannya. Sebuah keputusan yang mungkin akan mengubah hidupku, atau bahkan hidup dakwah kampus di ITB. Menjadi Kepala GAMAIS ITB atau tidak.

sampai saat ini aku belum sanggup menjawab pertanyaan dari kang Ucup Yusuf (kepala Gamais yg sekarang)

“Menjadi Kepala GAMAIS : Ingin atau Siap??!!”

Hem… Ingin???Siapa coba yang ingin mendapatkan amanah yg besar itu, amanah yg sangat berat, sgt beresiko masuk neraka kalo gagal. amanah yg mungkin membuatku harus rela mencabut rasa kantuk dari pelupuk mataku, amanah yg selalu membuatku meneteskan air mata setiap malamnya, amanah yg membuatku harus menjadi hebat…hebat…dan lebih hebat lagi

Siap?? bahkan barrack obama berkata “tak ada yg siap menjadi presiden amerika sebelum dia benar2 menjadi presiden tersebut” fiuhh….siapkah aku??benarkah??? hidupku masih belum produktif, masih ga jelas, ruhiyahku masih berantakan, aku masih jauh dari Mu ya Allah, bagaimana mungkin aku siap menjadi Kepala Gamais.

HARUS SIAP dan HARUS INGIN…

inilah jawabanku saat ini

dengan segala perasaan ini, Bismillahirrahmanirrahim… aku siap menerima keputusanmu Ya Allah..

karena aku yakin ini yang terbaik…aku yakin ini yang terbaik…aku yakin ini yang terbaik….