Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Merdeka!Merdeka!Merdeka!

IN-DO-NE-SIA…..

Satu kata yang sering kita ucap, tapi sudahkah masuk kedalam hati kita???

Apa yang kawan-kawan pikirkan tentang masa depan Indonesia?

Apa yang pernah kawan impikan 80 tahun kita memperingati Sumpah Pemuda?

Apa yang kawan-kawan bayangkan 20 tahun Indonesia yang akan datang?.

Kawan kawan sekalian, saya juga mengajak kawan-kawan yang masih muda untuk berpikir

apa yang kawan bayangkan tentang Ahmadinejad?

Apa yang kawan-kawan bayangkan tentang Hugo Chavez?

Apa yang kawan-kawan bayangkan tentang Eva Morales?

Apa yang kawan tengah pikirkan akan Barack Obama?

Saya juga meminta kawan -kawan berpikir dan membayangkan tentang Soekarno Muda.

Apa yang kawan-kawan pikirkan tentang Muhammad Hatta, Muh Natsir, Sutan Syahrir,Haji Umar Said Cokro Aminoto, Wahidin Sudiro Husodo, Dowes Deker, dan para pemuda-pemuda lain yang membebaskan kita dari penjajahan.

Kawan- Kawan Sekalian

Pada saat kita menemukan Proklamasi 17 Agustus Tahun 1945, kita menuangkan tujuan nasional kita di dalam Mukadimah UUD 1945:
Pertama, kenapa kita merdeka? Karena kita ingin melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Kedua kenapa kita merdeka? Karena kita ingin memajukan kesejahteraan umum
Ketiga kenapa kita merdeka?karena kita ingin mencerdaskan kehidupan bangsa
Keempat kenapa kita Merdeka? Karena kita ingin turut serta dalam ketertiban dunia yang berlandaskan perdamian abadi dan perikemanusiaan.

Pertanyaan sekarang adalah apakah tujuan-tujuan nasional terebut sudah tercapai?

Setelah kita melewati 100 tahun kebangkitan nasional, setelah kita melampui 80 tahun Sumpah Pemuda 63 tahun kemerdekaan, 10 tahun reformasi,

lihatlah angka kemiskinan hari ini tercatat 34,9 juta jiwa rakyat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan, lihatlah angka kebodohan kita 78,2 persen Bangsa Indonesia adalah lulusan SLTA kebawah, orang seperti kita seperti saduara-kawan sekalian, seperti saya hanya 5,1 persen dari 230 juta rakyat Indonesia.

Lihatlah ketimpangan di sana sini, hukum hanya milik penguasa, hukum hanya milik orang-orang yang ber-uang, orang-orang yang telah mengkorupsi KLBI, BLBI ratusan miliar, tidak dipenjara, tetapi lihatlah……….orang-orang yang mencuri pakaian mereka dipenjara tanpa proses hukum, inilah wajah ketidak adilan yang kita hadapi.

Kawan-kawan sekalian kaum muda ITB

80 tahun Sumpah Pemuda masih belum mampu merubah wajah bangsa Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan Oleh Soekarno. Masih belum mampu membuat bangsa Indonesia mandiri. Oleh karena itu ada tugas besar kawan-kawan sekalian, membawa Indonesia kearah lebih baik. Kelima tugas besar itu adalah:
Yang pertama memerangi kemiskinan
Yang kedua memernagi kebodohan
Yang ketiga memerngai ketidak adilan
Yang keempat yang memerangi korupsi
Yang kelima melepaskan diri dari ketergantungan asing sehingga kita menjadi bangsa yang mandiri.

Kawan-kawan sekalian

Tugas dan peran sejarah ini, sangat tidaklah mudah, jalan panjang terbesar! Tantangan-tantangan jelas ada didepan, kita dihadapkan pada hegemoni elit, dihadapkan pada cooptasi kaum tua yang tidak memberikan kesemptan pada kawan-kawan, pada kita, untuk maju memimpin bangsa Indonesia.

Oleh Karena itu kawan-kawan nasib dan masa depan bangsa kita hanya ada di tangan kita sendiri!

Kita tidak bisa menggantungkan nasib kita pada generasi tua.! Hari ini Di ITB 21 November Tahun 2008 kita mendeklarasikan semangat kita kembali untuk memajukan Indonesia demi cita-cita para pendiri bangsa kita sekalian.

Kawan-kawan sekalian…

Kelima Agenda nasional yang demikian berat: masalah kemiskinan, masalah kebodohan, masalah ketidak adilan, masalah korupsi, melepaskan diri dari ketergantungan asing, tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemimpin biasa-biasa, kita memerlukan pemimpin yang luar biasa, kita memerlukan pemimpin bertenaga keras, pemimpin motivator seperti Soekarno Muda, Seperti Syahrir Muda, seperti Hugo Chavez, seperti Eva Morlaes, bahkan seperti Barrack Obama di AS. Pemimpin-pemimpin yang dengan energi muda adalah orang-orang muda, siapa itu? Kawan-kawan sekalian, kita lah calon pemimpin muda itu. Aku, kamu, kita dan mereka. Merdeka!!

Referensi orasi Yudi Krishnadi di depan kaum muda Jawa Barat