Tags

, , , , , , , , , , , , ,


……………………  ………….  …………

“Good is the enemy of great.” Kita adalah umat terbaik, khairu ummah! Kita harus merebut takdir kita menjadi yang terbaik, terdepan, dan terhebat. Bukan karena rindu pujian, apalagi sekedar tepukan. Sama sekali tidak!  Melainkan karena itulah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah yang telah memberi kita kesempatan terbaik yaitu kehidupan, kecerdasan terdepan yaitu spiritualitas, dan ideologi terhebat yakni Islam!  Allah telah memberi banyak hak istimewa, priviledges, kepada kita. Karena itu kita wajib mengembalikannya dengan memberi lebih banyak kepada kemanusiaan dan peradaban.

Saudara-saudara yang tercinta,

Camkanlah terus bahwa menjadi kader PPSDMS memang bukan sekedar menjadi mahasiswa berprestasi, apalagi orang biasa. Anda telah memilih jalan terjal yang teramat mendaki. Kader PPSDMS adalah seseorang yang sedikitnya lima kali sepekan meninggalkan pembaringan yang nyaman di keheningan sepertiga malam terakhir untuk meletakkan keningnya di atas sajadah, bercengkrama dengan Allah Yang Maha Indah lewat raka’at-raka’at shalat tahajudnya. Kader PPSDMS adalah seseorang yang setiap hari bergegas ke Masjid di pekatnya kegelapan dini hari agar dapat berada di shaf terdepan shalat shubuh berjamaah dan bermunajat penuh khusyu kepada Allah di waktu dhuha. Kader PPSDMS tidak akan membiarkan satu haripun berlalu tanpa melantunkan paling tidak satu juz Al Qur-an dan wirid matsurat.  Kader PPSDMS juga memastikan paling tidak dua hari dalam sepekan ia ber-taqarrub kepada Allah lewat shaum sunnahnya, di samping mengikis kecintaan yang berlebihan terhadap harta dengan tiada melewatkan satu haripun tanpa infaq. Namun kader PPSDMS juga menjaga disiplinnya dengan apel pagi dan malam, dan menjamin kesamaptaan fisiknya lewat olahraga dan beladiri.  Kader PPSDMS membina diri tak kenal henti untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang komprehensif, integritas dan kredibilitas yang tinggi, berkepribadian matang, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.  Kajian Islam Kontemporer, Training Pengembangan Diri, Kajian Islam Pekanan, Training Jurnalistik, Studi Pustaka, Dialog Tokoh, Diskusi Paska Kampus, Training Bahasa Inggris, adalah sebagian racikan menu wajib untuk mentransformasi diri, mewujudkan visi besar itu. Namun itu belumlah cukup. Pada saat yang sama, kader PPSDMS dituntut untuk meraih indeks prestasi yang tertinggi, menjadi aktifis dakwah, memimpin berbagai organisasi kampus dan kemasyarakatan, menjuarai berbagai kompetisi, menuangkan pemikiran yang tajam dan cemerlang lewat tulisan-tulisan di berbagai media, dan menyiapkan diri untuk memenangkan tantangan kehidupan paska kampus.  Saya teringat seorang muslimah bernama Aisyah dalam syair lagu Bimbo yang ditulis oleh Taufiq Ismail.  “Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita. Indeks prestasi tertinggi tiga tahun lamanya. Calon insinyur dan bintang di kampus … Aisyah adinda kita tidak banyak berkata. Aisyah adinda kita, hanya memberi contoh saja.”  Sungguh suatu gambaran pasangan hidup ideal yang mungkin ada di benak mayoritas kader PPSDMS yang berkumpul malam ini. Namun, Allah Maha Adil. Sebelum Dia berkenan menyandingkan Anda dengan seorang “Aisyah” Anda mesti membuktikan dulu kualitas yang paling tidak setara dengannya.

Adik-adik yang saya cintai karena Allah,

Jangan pernah rendahkan diri dengan meragukan kemampuan Anda. Sejak berjumpa dengan Anda dalam masa seleksi dulu saya yakin Anda adalah yang terbaik, crème de la crème, sehingga Anda mampu jika Anda mau. Sekali lagi saya ulangi, dan akan terus saya ulangi sampai Anda semua yakin, sampai ini terngiang-ngiang tanpa henti di telinga Anda, menjadi gema suara hati yang tak mau mati: Anda mampu jika Anda mau! Untuk itu Anda memang harus rela menanggung kepenatan, mengurangi jam tidur, menekan kebosanan, bertarung dengan kejenuhan, menaklukkan keraguan, bergumul dengan kerumitan, menyisakan hanya sedikit senda-gurau dan canda-tawa, mengubah banyak kebiasaan, dan melompat jauh keluar dari zona nyaman yang menina-bobokan Anda. Memang Anda  harus berhadapan dengan banyak jadwal yang berbenturan, dengan sekian amanah yang tumpang-tindih, tanggung jawab yang susul-menyusul, kerja-kerja besar yang tak kunjung habis, berbagai kepentingan yang sungguh tak mudah dipertemukan, bahkan konflik yang terkadang panjang dan menyakitkan. Jauh-jauh hari Allah telah mengungkapkan dalam Al Qur-an:

| Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS. Al Baqarah, 2: 216]

Membangun peradaban memang kerja yang tak terkira besarnya. Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna telah mengingatkan bahwa amanah yang ada di pundak kita jauh lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia. Turbulensi situasi yang kita hadapi di lapangan memang dapat melemparkan kita kemana saja. Namun yakinlah, kita tak akan pernah terlempar ke sebuah tempat yang tiada Allah di sana. Karena itu, tak ada alasan untuk berkecil hati, apalagi berputus asa. Innallaha ma’ana. Sesungguhnya Allah beserta kita.

Welcoming speech ketika Latihan Gabungan (UI, IPB, ITB, UNPAD)

Bang Arief Munandar, manager Program PPSDMS

————

Ya Allah semoga kami bisa menjalankan amanah yang berat ini dengan baik…