Jika mimpiku yang bagian pertama terinspirasi dari sebuah sms dari saudaraku. Mimpiku yang bagian kedua ini terinspirasi dari sebuah buku yang sangat menarik. Pagi itu aku mencoba untuk melihat-lihat ratusan buku yang ada didalam rak, disana ada banyak sekali buku yang bagus2….ada tentang pergerakan, kepemimpinan, pengembanagan diri, buku tentang dakwah, sirah, tafsir Al-Qur’an (insya Allah lengkap, ada sampe 15 buku tebal2, tapi sayang belum pernah mencoba utk membacanya,hehehehe..).Buku demi buku kulihat judulnya, bahkan ada yang sempat aku baca skiming. duh sebenernya gregetan bgt deh kalo ngeliat buku2 bagus…pengennya baca…baca…dan baca. apa daya, kemalesan lebih mendominasi, hehehehhe…

Dan akhirnya sampai pada sebuah bukunya KHOO KHENG HOR yang berjudul “Applying SUN TZU’S Art Of War ini Human Resource Management”, wah keren deh. aku paling tertarik klo baca buku taktik perang nya sun tzu, tapi belum nemu versi lengkapnya(kalo ada yang punya mau minjem dongs). Nah pas baca ada banyak kata2 bagus, diantaranya :

Sun Tzu berkata :

Seorang jenderal yang melindungi para serdadunya seperti melindungi bayi-bayi akan menjadikan para serdadu itu tetap mengikutinya sampai kelembah-lembah yang terdalam. Seorang jenderal yang memperlakukan para serdadunya seperti anak-anak tersayangnya akan membuat mereka bersedia untuk mati baginya”

Subhanallah, inilah yang dilakukan oleh Jenderal terhebat sepanjang masa yaitu Rasulullah SAW. Sudah berapa ratus juta orang yang bersedia mempertaruhkan nyawanya demi beliau, yah mungkin termasuk kita. Suatu saat nanti, Amin. Aku ingin seperti beliau. Setidaknya memperlakukan para saudara seperjuanganku di GAMAIS. Memang aku bukanlah eorang ketua yang hebat, atau manajer yang tangguh dalam mengoraganisasikan acara atau organisasi. Tapi aku ingin menjadi pemimpin yang ramah, bersahabat dan dicintai oleh jundi-jundinya. Amin. Yah jadi pemimpin kan ga mesti jadi kepala, ketua atau komandan. Dimanapun dan kapanpun kita adalah pemimpin, tergantung kita mau berpikir dan bersifat sebagai pemimpin atau tidak. Itu pilihannya….

Dan mulai sekarang aku akan merubah paradigmaku dan aku akan berpikir sebagai Pemimpin di GAMAIS ITB, hehehehe….(maaf klo ada yang ga suka).  Yah dalam rangka mengejar kapasitas seorang kepala. Mau nanti jadi atau enggak yang penting aku udah siap untuk jadi Panah yang terbujur yang siap dilepaskan dari busur dengan segala kapasitas dan kemampuanku. Dan berikut aku akan menceritakan atau menjelaskan sikap-sikapku terhadap Jundi2ku nanti (yaelah namanya juga mimpi, jadi maap deh kalo terlalu ideal, hehehe…)

Sikapku terhadap Jundi-jundiku nantinya :

•1) Meningkatkan Kualitas Jundi

  • a) Keteladanan
  • b) Memberi informasi-informasi yang dibutuhkan
  • c) Memberi kesempatan untuk mengikuti training2 keorganisasian ataupun softskill (yah dengan mengadakannya sendiri untuk kader)
  • d) Memberi tugas-tugas menantang
  • e) Merangsang untuk senang bekerja(baca:berjuang) dan belajar
  • f) Tidak memanjakan jundi
  • g) Tidak pilih kasih terhadap jundi

•2) Meningkatkan kegembiraan Jundi

  • a) Menyanjung jundi didepan umum (yah klo gak ada orangnya, dan klo emg dia layak dipuji, hehehehe…)
  • b) Menegur jundi secara empat mata
  • c) Menjadi pendengar yang baik
  • d) Menyadari bahwa jundi bisa benar (ya iyalah…)
  • e) Memberi perhatian yang memadai bila sedang dirundung duka dan pada saat kejadiaannya
  • f) Menyapa dan menyebut namanya( gak lupa senyum deh…)
  • g) Membuat acara kekeluargaan bersama
  • h) Mengajak bicara atau diskusi jundi

•3) Meningkatkan kesejahteraan Jundi

•4) Melakukan kontrol, Pemberian sanksi dan Penghargaan

Yah kurang lebih kaya gitu dah, intinya sih pengen bener2 menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan GAMAIS. Jadi pengen bener2 bikin GAMAIS tuh, Keluarga Mahasiswa Islam, bukannya Event Organizer Mahasiswa Islam. Soalnya klo jadi EO namanya beda dongs, bukan GAMAIS lagih, tapi EVOMAIS. Hahahahaha…gak keren banget kan…

“Karena Kita Keluarga” bukan hanya menjadi jargon yang terucap, tapi lebih dari itu, diharapkan bisa terasa dan terinternalisasi di diri dan jiwa para kader.Aaaamiiiin….Mangga kalo ada yang mau didiskusikan…