“Meskipun aku tak dapat menungguimu saat terakhir
Namun aku tak kecewa mendengar engkau berangkat
Dengan senyum dan ikhlas aku yakin kau cukup bawa bekal
Dan aku bangga jadi CUCUmu”

Innalillahi wa inna illahi raji’un….
Itulah kata-kata yang dapat aku ucapkan.
Pagi ini, dengan isak tangis yang keras….
Mamaku memberi kabar bahwa Kakek telah meninggal dunia…
Tak banyak yang dapat aku ambil dari pembicaraan itu
Karena suara tangis, membuat omongan mama tak dapat kutangkap dg jelas…
Yuph…
Lagi-lagi….
Dan lagi-lagi…
Allah sedang berbicara kepada kami
Berbicara tentang arti kesabaran dan keihklasan….
Aku sayang dengan kakekku
Tapi aku lebih sayang dengan keputusanMu Ya Allah…
Ajarkan aku menjadi orang yang ikhlas….selalu….

“Terbayang baktimu….Terbayang jasamu….Terbayang jelas jiwa sederhanamu….”
…..Walau tak terucap aku sangat kehilangan…..