Kuliahnya sering bolos,

kalaupun masuk, datangnya pasti terlambat,

di kelaspun hanya mendengarkan dosen tanpa mencatat,

lalu tidur…Zzz…zzz…zzz…

setelah kuliah selesai dia tidak menghasilkan ilmu apa-apa,

hanya perasaan puas karena “akhirnya selesai juga kuliahnya”, keadaan seperti itu terus berlanjut sampai waktu ujian tiba.

Bingung. karena harus mempelajari bahan kuliah yang sangat banyak apalagi jika bahasa pengantarnya bahasa inggris,

makin pusing, makin malaslah dia…

Sudah tau bahan yang harus dipelajari banyak

bukannya membagi waktu dengan baik

eh dia malah tetap menunda-nunda.

Akhirnya tersisa deh satu malam untuk mempelajari semua bahan-bahan tersebut.

Layaknya beras satu karung yang dituang kedalam gelas,

tak ada satupun ilmu yang masuk melainkan sedikit sekali.

Pada Paginya dia bangun kesiangan,

yah secara semalem bergadang.

Ketika ujian berlangsung dia sibuk lirik kanan-lirik kiri,

pusiiiiiiiinnnggggg…….. Binguuuuuuuuuunngggg….

akhirnya diapun menyesal karena tidak blajar dari kemarin-kemarin

Walaupun begitu tetap saja ujian-ujian berikutnya tetap seperti itu, tetap malas dan tanpa perubahan.

Herannya lagi dengan keadaan seperti itu dia tetap  yakin klo IPKnya bakal tinggi.

Naudzubillahi mindzalik….

 

 

 

Akhirnya liburan semester tiba

Nilai-nilainya dibagikan,

ternyata IPnya turun menjadi 2,45 ,

Alhasil dia harus keluar dari Asrama Salman ITB.

Orangtuanya sangat kecewa,,,,,

bibi, paman, adik, kakak, teman-teman dan saudara-saudaranya semua kecewa.

Dengan IPKnya yang kecil Untuk mencari beasiswapun sulit,

padahal dia harus membayar kost dan bayaran kuliah yang sangat mahal.

Putus asa…akhirnya diapun keluar dari organisasi

dengan harapan mau fokus belajar,

tapi ternyata lagi-lagi hanya kedok.

Makin males dan makin hancurlah nilai-nilainya.

Mata kuliahnya pun banyak yang mengulang,

akhirnya lulus 5 tahun…

Naudzubillahi mindzalik.

Jadi sarjana tanpa ilmu, akhirnya terseok2 mencari kerja.

Susah mencari kerja, jadi pengangguran,

untuk makan dia saja susah apalagi untuk menyekolahkan adik-adiknya.

Akhirnya adik-adiknya jadi terlantar.

Karena mencari pekerjaan yang halal itu susah,

yah mending yang gampang aja deh.

Merampok

Akhirnya dia tertangkap, lalu digebukkin orang dan meninggal.

Di alam kubur dia disiksa habis-habisan sampai hari kiamat,

di hari kiamatpun ga beda jauh menderitanya.

Yang paling menyedihkan

Dia masuk neraka dan mendapat murka Allah untuk selama-lamanya, ingat, selama-lamanya. Naudzubillahi mindzalik…..

 

 

 

Tuh Ges… sedikit gambaran klo kau masih betah dengan keadaan seperti ini…

Hayooo bangkit…

 

Mana semangatmu yang dulu…

Ketika kau mendapatkan medali emasmu…

Ketika kau menjadi juara lomba-lomba di SMA

Ketika kau baru pertama kali diterima di ITB

Ketika kau selalu ingin melihat orangtuamu tersenyum

Ketika kau ingin 1426mu bahagia

Ketika kau dijadikan teladan oleh adik-adik kelasmu

Ketika belajar menjadi hal yang menyenangkan bagimu

Ketika membebaskan Palestina adalah alasanmu masuk ke Teknik Material ITB

Ketika “Be A Good Moslem Everywhere” adalah motto hidupmu

Ketika ?

Yah Ketika itu semua…

 

 

 

Apakah kau ingin pulang dengan membawa kekecewaan untuk orangtua mu…

Tak henti2nya kah kau membuat mereka kecewa….

Senangkah kau melihat mereka menderita….

Atau kau sudah tak sayang lagi dengan kedua orangtuamu yang tua , lelah, sakit-sakitan dan terus berjuang hanya untuk melihat dirimu sukses di akhir masa hidupnya…

Atau ketika nafas terakhirnya berhembus kau akan tetap menjadi benalu dalam keluargamu…

Sudah lupakah kau dengan kesuksesan-kesuksesanmu dulu…

 

Atau kau merasa puas dengan keadaanmu yang sekarang????

 

Dari 1426mu yang tanpa celah