Oleh: gesafalugongesa | 23 Januari 2009

Cerita Seorang Anak Piatu

Cerita Seorang Anak Piatu ……..

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati mamanya pas ngelahirin dia. Sejak itu papanya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak nikah2 lagi. Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma bareng pengasuh aja. Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. pengasuhnya ngadu ke papanya,”Tuan, nggak kasian sama den Bagus ?masa sepeda nggak punya… apa tuan juga nggak malu?

” Iya..nih..papanya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan..

maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa..dan si anak cuma bilang,:

“Nggak usah repot2 pi, aku dibeliin bola item & bola putih aja..

” Lho kok gitu? Bingung dong papanya. “Kenapa bola item dan putih?”

“Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja.” Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol jadi papinya nerima2 aja.

Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus bola item dan bola putih. Trus ni anak masuk SD lah.

Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi.

“Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu?
kok nggak bilang2 papi. Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja…”. Si anak bilang,”nggak pi, bola item dan bola putih saya udah rusak.. dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah bola kan pi?

” Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah ? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus bola item dan bola putih.

Baca Lanjutannya…

Oleh: gesafalugongesa | 8 Januari 2009

Menuju Sabuk Hitam Tae Kwon Do

imgp3133

Alhamdulillah….Lulus Ujian Tae Kwon do nya, Fiuhh…semakin dekat menjadi pemakai BLACK BELT Tae Kwon Do…

Semoga Lulus dari ITB aku bisa menjadi bagian dari Black Belt Indonesia…Amin…

Oleh: gesafalugongesa | 6 Januari 2009

Lihatlah Palestinamu…”No BACOT, ACT only”

palestina

Masihkah kita diam melihat ketidakadilan dan penindasan ini???

Bantuan untuk palestina bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri a.n. MER-C No.Rek 009.0121.773 atau BMI no.rek 311.01856.22 a.n nurdin qq kispa

—————————–

bagi teman2 ITB yang ingin ikut berkontribusi, GAMAIS ITB mengadakan penggalangan dana melalui program “One man Ten Thousands Rupiah” dari tanggal 5-11 Januari 2009. Jika kalian menyumbang 10 ribu rupiah maka kalian akan mendapat gambar tempel PALESTINA yang menarik…Ayo..ayo…dukung….Target 20 Juta Rupiah nih…Allahu Akbar!!!

dapatkan di PJ Prodi masing2 angkatan

untuk lebih lengkapnya bisa hubungi Ryan T.Minyak 2006, Kepala Sektor Syiar dan Pelayanan Kampus GAMAIS ITB, 085652058060

Oleh: gesafalugongesa | 4 Januari 2009

Ayat-Ayat Hitam Talmud

Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Bahkan Texe Marrs, investigator independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama enam tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk Presiden AS George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mendaras dan mempelajari Talmud.

Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, demikian Texe Marrs.

Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut kami tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami”mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya. Inilah ayat-ayat suci mereka:

Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.(Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a) Baca Lanjutannya…

Oleh: gesafalugongesa | 31 Desember 2008

1426

Yang pertama belum tentu menjadi yang terbaik…

tetapi

Yang Terbaik biasanya akan menjadi yang terakhir…

n______n

Oleh: gesafalugongesa | 29 Desember 2008

Israel Takkan Pernah Menang!!

Serangan Israel terhadap jalur Gaza tanggal 27 Desember 2008 kemarin membuat 208 orang syahid dan melukai 700 orang lainnya. Israel pun telah mendeklarasikan bahwa serangan ini takkan singkat.  Ini merupakan serangan tak seimbang dari pihak Israel terhadap Palestina, dan sejarah telah mencatat bahwa Israel selalu curang. Palestina kita, masih dalam peperangan. Ratusan syuhada menjemput syahid setiap harinya , mereka bersuka cita menyambut jihad, bersegera ingin menjumpai Rabbnya.

Israel takkan pernah menang, para mujahid takkan menyerah!

“Kami tak akan meninggalkan tanah air kami. Kami tak akan mengibarkan bendera putih dan tak akan berlutut kecuali pada Tuhan,”

“Ada darah di mana-mana, banyak yang terluka dan menjadi martir di tiap rumah dan tiap jalan. Gaza hari ini dihiasi darah. Martir itu bisa bertambah dan bisa lebih banyak lagi yang terluka. Tapi Gaza tak akan pernah hancur dan tak akan pernah menyerah,”

-Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas-

Mereka bisa diracun di udara

Mereka bisa terbunuh di trotoar jalan

Mereka bisa dibuat menderita

Mereka bisa dibuat tak bernyawa

Tapi Mereka tak pernah mati

Tapi Mereka tak berhenti

Rakyat Palestina telah memberikan jiwa mereka untuk Allah SWT, mereka membuktikan janji perjuangan. Lalu kita kawan? Yang terpisah ratusan kilometer dari Palestina, yang  tak mengalami langsung sebuah peperangan, apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina?

Untukmu jiwa dan darah kami Wahai Al-Aqsho tercinta   Untukmu, Palestina tercinta, Kami penuhi panggilanmu Untukmu, Al-Aqsho yang mulia, Kami kan terus bersamamu

Oleh: gesafalugongesa | 28 Desember 2008

GAMAIS ITB KUTUK Serangan israel ke Jalur Gaza

PRESS RELEASE

KELUARGA MAHASISWA ISLAM ITB

“GAMAIS ITB KUTUK SERANGAN ISRAEL KE JALUR GAZA”

Sabtu 27 Desember 2008, hanya dua hari menjelang tahun baru 1430 Hijriyah. Pukul 11.30 menjelang adzan dzuhur di Jalur Gaza, Palestina. Mendadak angkatan udara pemerintah Zionis Yahudi Israel meluncurkan 30 rudal ke sasaran-sasaran di jalur Gaza yang menghancurkan sejumlah kantor kepolisian Hamas. Serangan udara ini telah menyebabkan ratusan warga Palestina menjadi syuhada dan ratusan lainnya terluka. Sebagian korban dari kalangan petugas keamanan Gaza. Namun sebagian adalah anak-anak, ibu-ibu dan kalangan sipil lainnya.

Selama lebih dari 41 tahun Palestina dibawah penjajahan Israel , korban kali ini yang terbanyak. Lebih dari 271 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 750 lainya luka-luka dalam serangan besar-besaran roket Israel Sabtu (27/12). Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-rang di atas langit Gaza . Mereka melancarkan serangan besar-besaran, membunuh warga Palestina tak berdosa. Lebih dari 50 titik serangan Israel kemarin bergema di seluruh Gaza . Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blockade serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak. Baca Lanjutannya…

Oleh: gesafalugongesa | 25 Desember 2008

Hegemoni Orang2 Bodoh!!

ada tulisan bagus nih, diambil dari blog temen seperjuanganku diatas mobil sound, hehehehe…kita ketemu kalo ada AKSI mahasiswa di jakarta…semoga kita semua bisa mendapat pelajaran…

Hegemoni Orang-Orang Bodoh
Dec 22, ‘08 9:19 PM
for everyone

assalaamu’alaikum wr. wb.

Saya dibuat terkejut ketika seseorang meminta saya memeriksa makalah dua puluh dua halaman yang dibuatnya untuk mata kuliah Filsafat Ilmu di sebuah program pascasarjana Profesi Psikologi Klinis Anak di UI. Tentu saja saya sangat tersanjung, karena Psikologi Klinis Anak adalah bidang yang sangat jauh dengan latar belakang pendidikan saya di jurusan Teknik Sipil. Mata kuliahnya yang diberi nama “Filsafat Ilmu” pun membuat saya sedikit ngeri pada awalnya. Yang membuat makalah bersikeras agar saya mengedit makalahnya, dan akhirnya saya pun menerima kehormatan itu, meskipun dengan seribu tanda tanya.

Pada akhirnya, justru sayalah yang belajar banyak dari makalah tersebut. Hal yang saya anggap menarik adalah pembahasan seputar munculnya ideologi materialisme. Ideologi jahat yang satu ini muncul dalam berbagai wajah, mulai dari globalisasi, kapitalisme, liberalisme, hingga hedonisme. Namun pukulan paling telak yang diberikannya, sebagaimana yang sering digarisbawahi oleh ust. Adian Husaini dan kawan-kawan, adalah pada cara pandang manusia terhadap ilmu.

Ilmu, kini diukur dengan berbagai cara yang sudah dimaterialisasi. Di sekolah-sekolah, ilmu diukur dengan kemampuan memberikan jawaban yang memuaskan terhadap setiap pertanyaan yang kemudian direpresentasikan dengan nilai di rapor. Tidak ada bedanya antara siswa yang memahami materi pelajaran dengan yang sekedar menghapal. Itulah sebabnya saya berulangkali menemukan siswa yang mendapat rangking sepuluh besar di kelasnya dan dianggap pintar dalam pelajaran Fisika namun tak mampu menjelaskan mengapa benda-benda yang berat jenisnya di atas berat jenis air akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya di bawah berat jenis air akan mengapung. Toh, guru dan sekolah tak merasa perlu memastikan apakah anak-anak didiknya mengerti (atau bahkan merasa peduli) tentang konsep berat jenis. Yang penting mereka bisa menyelesaikan soal-soal yang disodorkan kepadanya, sesuai dengan kurikulum yang ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Pada taraf yang lebih lanjut, manusia mengukur ilmu dengan uang dan penghasilan yang bisa didapat. Yang pintar adalah yang bisa menghasilkan lebih banyak uang, dengan cara apa pun. Di mana modal berkumpul, di situlah kita mesti mengabdikan kepandaian kita. Seorang aktifis liberalis pernah menumpahkan uneg-uneg-nya di blog saya. Menurutnya, banyak orang yang mengklaim keselamatan dunia-akhirat, padahal kenyataannya di dunia pun ia tidak berhasil. Yang dimaksud ‘tidak berhasil di dunia’ adalah penghasilannya di bawah empat juta per bulan, punya rumah pribadi, mobil pribadi, pakaian berdasi, dan semacamnya. Tidak hanya mengukur kepandaian dengan materi, ia bahkan mengukur ‘keselamatan’ dengan materi. Di matanya, orang yang ‘selamat di dunia’ adalah yang sukses dengan segala ukuran yang telah ditetapkan oleh ideologi materialisme.

Saya ingat, dalam salah satu episode sitkom Friends, ditunjukkan bagaimana karakter Joey Tribbiani mengundang tawa orang dengan komentar dangkalnya. Ketika mengutarakan pendapat tentang karya seorang sutradara teater terkenal, ia hanya bisa memberi komentar, “He rocks!” (secara istilah dapat diterjemahkan sebagai, “Dia keren banget!”). Para penonton pun tertawa, karena Joey tak mampu menyampaikan analisis yang lebih dalam daripada itu.

Di Indonesia, Anda juga bisa menemukan orang-orang sebodoh Joey. Bedanya, sementara para penonton sitkom Friends menertawakan kebodohan Joey, di Indonesia kita justru menganggap mereka itu keren, dan pada kenyataannya mereka memang memperoleh kesuksesan yang cukup besar secara materialistik. Sebuah program di salah satu stasiun TV swasta didedikasikan secara khusus untuk mengunjungi arena dugem di seluruh Indonesia, yang secara umum dapat dikatakan bahwa tempat-tempat itu hanya dikunjungi oleh orang-orang berkantung tebal. Dari puluhan episode acara tersebut, komentar dari para pengunjung nyaris tak pernah lepas dari komentar-komentar dangkal semacam “seru banget”, “musiknya OK”, dan semacamnya. Bahkan kelihatannya mereka tak mampu menyelesaikan sebuah kalimat sempurna tanpa menyertakan kata “gokil”.

Merekalah orang-orang bodoh yang dipuja-puja di negeri ini, dijadikan idola dan sasaran iri hati. Mereka, orang-orang yang menghabiskan ratusan ribu untuk datang ke tempat yang merusak telinga dengan selera musik rendahan, ternyata dianggap cukup menarik untuk ditiru oleh sebagian orang. Di AS ada Paris Hilton dan George W. Bush yang mampu mencapai ‘kesuksesan’ tanpa modal intelektualitas. Indonesia, entahlah!

Dengan segala kerusakan yang terkandung di dalamnya, film-film Hollywood juga bisa kita jadikan sumber pelajaran. Separah-parahnya kerusakan logika di dalam film-filmnya, paling tidak Hollywood selalu menjadikan karakter-karakter yang memiliki sifat unggul sebagai tokoh utamanya. Ada detektif yang bertahan dengan prinsipnya di tengah budaya korup, ada jagoan yang melawan traumanya sendiri, ada pejuang yang berusaha mengungkap kebenaran, dan sebagainya. Sejelek-jeleknya Hollywood, hanya tokoh hebatlah yang mereka jadikan panutan.

Sekarang, tengoklah sinetron Indonesia. Lagi-lagi tokoh utama tak berdaya, hanya mampu menangis dan pasrah atas tekanan orang lain. Tidak mampu bersaing, takut untuk mengutarakan pendapat, dan hidupnya disibukkan dengan rebutan pacar. Ada masalah sedikit langsung histeris. Jangankan berpikir jernih, kebanyakan malah tak tahu harus berbuat apa, atau langsung melarikan diri ke minuman keras. Itu tokoh utamanya, yang seharusnya menyedot simpati penonton dan dijadikan panutan.

Nampaknya memang ada konspirasi untuk menyebar kebodohan di negeri ini. Orang-orang bodoh terus diberi kesempatan untuk tampil. Skill mereka, betapa pun rendahnya, dihargai sangat mahal. Hidupnya glamor dan penuh kenikmatan (fisik) duniawi. Asal ganteng dan cantik sedikit, bisa jadi bintang film. Tidak ada urusan sama sekali dengan ilmu akting, karena kaum materialis hanya butuh orang-orang bodoh untuk menghipnotis bangsa Indonesia dengan ideologi mereka. Orang-orang bodoh pun diberi uang banyak agar semua orang ingin ikut bodoh seperti mereka.

Sekarang ini, kalau sudah diberi iming-iming ‘akan jadi idola’, orang tua pun rela anak-anaknya kehilangan masa kecilnya di atas panggung. Anak-anak yang seharusnya merasakan asyiknya mencari ilmu malah dipaksa bersaing seperti orang dewasa, dan merasakan pahitnya kalah hanya karena tak mampu menggalang cukup SMS.

Siapa pun Anda, dimana pun Anda berada, marilah melawan kebodohan. Hegemoni ini harus dihentikan!

wassalaamu’alaikum wr. wb.

sumber:
www.akmal.multiply. com

Oleh: gesafalugongesa | 18 Desember 2008

Boys Don’t Cry!!

Bergetar Hebat…

Sangat Hebat…

Merinding dan menggigil…

Berdetak keras jantungku ini

Desah nafasku pun semakin cepat

Pikiran kosong seketika

Sebuah rasa takutpun menghampiri

“Aku Tak Mau Kehilangan Dia”

Mungkin suatu saat akan ada air mata yang tumpah

tapi tak sekarang

BOYS DON’T CRY!! BOYS DON’T CRY!! DON’T CRY!!

Oleh: gesafalugongesa | 1 Desember 2008

Sekjend GAMAIS ITB

“Dengan Semangat Kekeluargaan Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Ummat”

Alhamdulillahirrabbil ‘alamin…

Aku bersyukur kepada Allah, karena telah mengabulkan do’aku. Memberikan orang yg pantas dan layak menjadi kepala gamais ITB kepada orang yg tepat .fiuhh….dan aku Gesa Falugon siap loyal dan tsiqoh kepada beliau sebagaimana loyalnya seorang Umar kepada Rasulullah. Insya Allah. Semampuku.

Sekjend GAMAIS ITB, mungkin itulah amanahku saat ini. Innalillahi wa inna illahi rajiun. aku dipercaya untuk memegang amanah tersebut. Menjadi Sekjend Gamais adalah cita2 ku dari tingkat 1 ketika melihat sosok Kang Rendy Sekjend Gamais waktu itu. dia begitu cerdas, begitu ikhlas, dan begitu hebatnya dimataku. dan sejak saat itu aku berazzam untuk mengikuti jejak beliau.mentiapkan diri mengejar kapasitas seperti beliau. dan menjadi adik mentornya adalah langkah awalku. tidak disangka langkah awal itu menjadi sebuah langkah yg besar hingga kini. aku berada diposisinya.

Mungkin ini adalah amanah ke empatku menjadi Sekjend di ITB. Dimulai tingkat pertama tahun 2006, aku diamanahi menjadi Sekjend Internal Gamais06, lalu menjadi Sekjend Kaderisasi MTM 2008, menjadi Sekjend PPSDMS NF Bandung, dan sekarang menjadi Sekjend Gamais ITB. dan masih banyak lagi jabatan2ku menjadi orang kedua. fiuh…tipe orang kaya aku emang spesialis menjadi orang kedua kali yah, padahal aku pernah dimarahin sama orang tua gara2 keinginan ku yang selalu ingin menjadi orang kedua tanpa bersungguh2 ingin menjadi orang yg pertama, hehehhe. Hem…habisnya asyik sih jadi orang kedua, ga perlu bertanggung jawab atas keberjalanan organisasi karena ada ketua kan, hehehe…jahat… bisa menggapai mimpi2, bisa bergerak bebas diluar organisasi tersebut dan ekstremnya bisa menggerakan organisasi dg mempengaruhi ketua… hohohoh….yah pemikiran masa lalu

Sekarang aku hanya ingin berkontribusi dimanapun posisiku, ingin berkarya dan bermanfaat buat orang lain. ga mau kalah sama yang lain, aku akan bawa Gamais mencapai kesuksesan dg caraku sendiri, di bidang dan amanahku. Aku akan wujudkan mimpi2ku. Mimpi2 orang terhadap GAMAIS. aku akan jadikan kontribusi dan pengorbanan2ku di GAMAIS nanti menjadi salah satu alasan agar Allah SWT memasukkan ku kedalam syurga-Nya kelak. dan mejadikanku menjadi Mujahidnya. Ya Allah semoga tahun ini aku bisa Syahid ya Alah…Amien…

Biarlah, banyak yg mengira menapaki jalan ini, jalan para Nabi, jalan orang2 shalih,

jalan para syuhada, jalan pejuang dakwah adalah beban yg sangat berat.

berat karena harus berbenturan dengan kondisi nyaman.

berat karena tidak sesuai dg kesenangan pribadi.

berat karena selalu bersinggungan dg realitas yg tidak sejalan dg harapan.

berat karena betapa kemungkaran begitu merajalela.

Berat karena harus terus menerus melawan arus dg kebanyakan orang.

cacian…makian…kerap menghampiri.

Biarlah orang menyangka seperti itu.

Karena sebenernya kita justru merasa kebalikannya.

Kenikmatan, ketenangan, kedamaian, kebersahajaan yang tak bisa dibayar oleh apapun…

Enyah saja peluh…

enyah saja lelah…

enyah saja sakit…

aku masih ingin berjuang disini…

sampai tak ada lagi yg bisa kuperjuangkan

sampai tak ada lagi yg bisa kukorbankan

sampai tak ada lagi AKU

wallahi…

demi Allah….

Aku akan terus berjuang untuk hidup sampai aku mati

-Sang Komandan yang naik pangkat menjadi Sang jenderal, semoga kapasitas dan kebijaksanaanya mengikuti-

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori